Ringkasan Berita:
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan strategis kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri 2026 di Mabes TNI.
Para perwira muda dituntut memiliki fondasi karakter tangguh dan adaptif guna menghadapi ancaman modern seperti siber hingga perang informasi.
Menhan menegaskan bahwa loyalitas mutlak TNI-Polri wajib didedikasikan sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan rakyat Indonesia.
Jakarta, Beritacajrawala.net — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan intensif kepada ratusan Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri Tahun 2026 sebagai pilar generasi penerus kepemimpinan bangsa. Agenda penguatan karakter kepemimpinan tersebut berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI pada Rabu (15/7/2026).
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya bagi para Capaja untuk mewarisi nilai-nilai otentik serta semangat juang dari Generasi 45. Ia menginstruksikan agar nilai patriotisme, nasionalisme, profesionalisme, serta integritas tegak lurus dijadikan sebagai fondasi utama dalam setiap derap langkah pengabdian di lapangan.
Siap Tempur Melawan Perang Informasi dan Ancaman Siber
Di hadapan para calon perwira, Menhan juga memberikan peringatan mengenai eskalasi tantangan global yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi yang masif secara langsung mengubah lanskap dinamika geopolitik, serta melahirkan potensi ancaman siber dan perang informasi (information warfare) yang nyata.
Menghadapi situasi tersebut, perwira TNI dan Polri modern tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik, melainkan dituntut untuk memiliki keunggulan dalam aspek pengetahuan.
Perwira TNI dan Polri dituntut unggul dalam pengetahuan, tangguh dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab.
Menjaga Marwah Institusi dan Loyalitas Tegak Lurus
Menhan juga menitipkan pesan mendalam mengenai esensi seorang pemimpin sejati. Capaja yang akan segera dilantik menjadi perwira remaja ini diharapkan mampu menjadi kompas yang memberikan arah yang jelas bagi anggotanya, membangun kepercayaan (trust), serta menjaga marwah dan kehormatan institusi masing-masing.
Kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas segala bentuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Mengakhiri pembekalannya, Menhan menegaskan kembali garis komando loyalitas yang tidak boleh bergeser bagi setiap prajurit dan insan korps bhayangkara. Loyalitas tunggal TNI-Polri sepenuhnya adalah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, serta seluruh rakyat Indonesia. (Setjen Kemenhan)




